src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

Diduga Modus Ala Pekerja Lepas Pantai Tipu Korban Rp.6,5 Juta

MEDAN, Garuda News Nusantara - Diduga berbagai modus penipuan terus dirancang oleh para penjahat untuk menguras uang para korbannya. Namun dari semua jenis penipuan tersebut yang paling teranyar adalah munculnya jenis penipuan modus asmara yang yang pelakunya mengaku sebagai pekerja pengeboran minyak lepas pantai.

Dengan memajang foto profilnya yang ganteng lengkap dengan seragam pekerja migas, pelakupun menjelajah para korbannya melalui akun Facebooknya Zihan Zihan. Tidak diketahui pasti sudah berapa banyak korban oknum pelaku ini. Salah satu korban berinisial Meta  (35) Warga Sumut kepada wartawan mengaku baru saja menjadi korban penipuan.

Rabu (1/5) korbanpun menceritrakan kronologis peristiwa yang dialaminya. Berawal dari  perkenalannya di media sosial facebook, kemudian beranjak saling chat. Tidak perlu waktu yang lama pelakupun mulai melancarkan serangan aksi penipuannya dengan berbagai bujuk-rayu yang membuat korban terbuai.

Kepada korban oknum pelaku meminta segera ditransfer untuk biaya jaminan ke supervisor  sebanyak Rp 8.500.000 sebagai jaminan. Pelakupun menjanjikan akan mengantinya dengan berlipat ganda apabila gajinya sudah cair.

Untuk meyakinkan korban pelakupun menelpon korban dengan mengatakan kalau ibunya ingin bicara untuk memberikan restu atas pernikahan mereka nantinya.

"Aku sudah ngomong dengan orang yang mengaku ibunya via telpon, anehnya bisa suaranya diseberang sana memang persis seperti suara wanita, namun entahlah...aku juga bingung kok bisa seperti itu, mungkin aku sudah kena hipnotis sehingga aku mudah percaya begitu saja," uraikan Meta yang mengaku menyesal karena sudah sempat mentransfer sehingga dia harus memgalami kerugian sebanyak Rp 6,5 juta. Itupun pelaku masih terus menagih kekurangannya.

Kepada wartawan korban mengharapkan agar pelaku ini secepatnya bisa tertangkap.

Sementara diakun Facebooknya Airin yang sangat peduli akan nasib sesamanya menuliskan pesan buat para wanita. "Lama saya tidak update disini, maklum sekarang saya sibuk jadi wanita karir, antar tunggu dan jemput anak pulang sekolah."

Saya tergerak untuk menulis lagi karena rasa prihatin terhadap beberapa percobaan (atau mungkin sudah kejadian) penipuan dari orang-orang yang mengaku sebagai pelaut atau pekerja lepas pantai atau pekerja migas.

Beberapa bulan terakhir ini Airin jadi sering menerima email dari perempuan-perempuan yang mengaku punya pacar pelaut, mereka mengaku diajak nikah sama pelaut dan si pelaut minta mereka untuk mentransfer sejumlah uang yang katanya uang itu untuk jaminan kepada supervisor, untuk biaya transportasi dari laut ke darat, untuk jaminan ke kantor agar uang gajinya cair, agar diberi izin cuti dan alasan-alasan lainnya. Mereka bertanya kepada Airin apakah hal-hal tersebut lazim adanya?

Sebisa mungkin Airin membalas email mereka, tapi seringnya telat membalas email karena  inboxnya penuh dengan pemberitahuan-pemberitahuan dari e-commerce, hiksss!oleh karena itulah Airin menjawab beberapa pertanyaan yang masuk, besar harapannya mereka tidak mudah tertipu dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Transportasi dan akomodasi pekerja migas lepas pantai siapa yang Tanggung?.

Perusahaan, apapun itu hingga hal-hal terkecil sekalipun semua ditanggung perusahaan.seperti makan, minum, tempat tinggal, hotel, helikopter, boat, pesawat atau bis sekalipun semua ditanggung perusahaan.

Misalnya anda tinggal dicirebon, untuk mencapai bandara anda harus naik bis atau kereta api ke Jakarta, ongkos tersebut nanti diganti, kalau tiket pesawat sudah jelas yah karena dibooking oleh perusahaan. Jadi jangan percaya ketika pacar anda bilang perlu uang untuk menyewa helikopter, menyewa boat, itu bisa dipastikan percobaan penipuan.

Jika akan menikah, perlukah izin dari perusahaan?.

Setahu saya tidak, dulu kami menikah juga tidak perlu izin dari perusahaan dengan catatan menikahnya bukan disaat jadwal kerja. kerja di migas lepas pantai itu jadwal kerjanya biasanya 28:28 atau 56:28 (28 hari dilaut kerja dan off pulang ke darat 28 hari atau 56 hari kerja dilaut dan off pulang kedarat selama 28 hari) atau jadwal-jadwal lainnya sesuai kebijakan perusahaan.

Benarkah perusahaan meminta data calon istri seperti KTP, KK, No Rekening dengan alasan agar gaji masuk rekening calon istri?.

Waduh kalau ini sih sudah pasti penipuan ya, karena perusahaan merasa tidak ada urusan dengan pacarnya atau calon istrinya pegawai, jika sudah menikah memang perusahaan meminta data-data tersebut tapi jika no rekening ya terserah si pegawai gajinya mau dimasukkan ke rekening siapa?. Mayoritas sih harus rekening atas nama si pegawai tersebut karena untuk kesamaan data secara keseluruhan KTP, KK, Paspor, Buku Pelaut, Buku Tabungan dll).

3 tahun terus bekerja dilepas pantai, benarkah pekerjaan di migas bisa selama itu?.

Setahu saya, (lagi-lagi ini sepengetahuan saya yah) bekerja di migas lepas pantai itu tidak pernah lebih dari 3 bulan, seringnya malah 28:28 artinya kurang lebih 1 bulan kerja dilaut kemudian off pulang ke darat libur kerja selama 1 bulan, begitu seterusnya hingga kontrak kerja berakhir. "Ini jauh mba, pacar saya kerjanya diperairan afrika" itu balasan email dari salah satu perempuan, oalah.. sama saja, suami saya pernah dapat kontrak di rusia sebulan sekali pulang kok. Jadi bukan masalah jauh atau dekatnya tapi bagaimana kesepakatan atau peraturan yang dibuat perusahaan.

Airin menyarankan jangan terlalu percaya dengan orang-orang yang dikenal di dunia maya, apalagi belum pernah tahu bagaimana wujud asli mereka, please jangan cepat percaya, tidak pernah bertemu ujung-ujung diajak nikah?, duh realistis saja yah jika ada laki-laki yang berniat menikahi kita minimal datang dululah ke orang tua kita, pastikan kita harus tahu siapa, dari mana, bagaimana laki-laki tersebut.

"Mungkin itu jawaban saya atas pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke email saya, yang masih ada pertanyaan boleh inbox via email ya, feel free to ask." Ujar Airin.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemberdayaan Anak Bangsa Indonesia (FPABIN) P Harry Silaen kepada wartawan mengatakan, diduga kuat berdasarkan informasi yang diperolehnya, para oknum pelaku ini umumnya berasal dari balik jeruji alias penjara (Lembaga Permasyarakatan). Oleh karenanya hendaknya petugas lapas di seluruh Indonesia segera merazia para napi yang masih dengan bebasnya menggunakan handphone android.

Harry juga mengharapkan Kepolisian berkenan membuka layanan SMS pengaduan khusus untuk korban penipuan Ciber Crime dengan tetap menjaga kerahasiaan indentitas para korbannya yang juga merasa teraniaya secara mental, dan mereka juga tidak tahu harus mengadu kemana.

Menurut Harry penjahat cyber ini menggunakan Aplikasi Facebook Palsu atau Browser Extensions untuk menyebarluaskan Scam atau penipuan mereka dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Cara lainnya adalah mengirimkan pesan ke para pengguna Facebook, berdalih sebagai Aparat, Pilot, Lawyer, Pekerja Pengeboran Minyak Lepas Pantai atau yang lainnya dengan memakai foto orang kulit putih, bersih, dan Ganteng untuk memikat korbannya.

Mereka merayu dan menyebarkan "Virus Cinta" terlebih dahulu. Setelah rayuannya mampu memikat sasaran, mereka akan melakukan pemaksaan secara tidak langsung atas nama cinta supaya wanita yang ia rayu mau mengiriminya duit dengan alasan yang dibuat-buat. Ujar Harry. (Sil)

COMMENTS

Nama

Advertorial,38,Anambas,8,Bandung,1,Bekasi,646,Bengkulu,178,Bengkulu Selatan,23,Cikarang,66,Headline,316,Hukum,618,Humbahas,55,Jakarta,132,Jambi,36,Jawa Barat,589,Kepahiyang,1,Kepulauan Riau,9,KualaTungkal,7,Labuhanbatu Utara,14,Labura,16,Lampung,175,Lampung Utara,129,Lampura,13,Lubuklinggau,4,Medan,2011,Megapolitan,147,Meranti,10,Mukomuko,20,Musirawas,19,Nasional,1992,Nusantara,3827,Padang,2,Pagaralam,22,Pekanbaru,5,Pendidikan,6,Politik,4,Riau,171,Rohil,388,Rokan Hilir,78,Seginim,1,Sibolangit,1,Simalungun,2,sumatera Barat,2,Sumatera Selatan,27,Sumatera Utara,1098,Tanggamus,26,Tanjabbar,7,Tanjung Jabung Barat,57,Tanjungpinang,2,Tapanuli Utara,6,Taput,2,Tulang Bawang,48,Tulang Bawang Barat,18,
ltr
item
Garuda Nusantara: Diduga Modus Ala Pekerja Lepas Pantai Tipu Korban Rp.6,5 Juta
Diduga Modus Ala Pekerja Lepas Pantai Tipu Korban Rp.6,5 Juta
https://2.bp.blogspot.com/-W0tlOAF3Uj0/XMnKeKrZuQI/AAAAAAAADwE/tGg5EGdQu40SQmam2eB0NSSwJA3r5LswwCLcBGAs/s640/Facebook-Mobile-768x427.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-W0tlOAF3Uj0/XMnKeKrZuQI/AAAAAAAADwE/tGg5EGdQu40SQmam2eB0NSSwJA3r5LswwCLcBGAs/s72-c/Facebook-Mobile-768x427.jpg
Garuda Nusantara
http://www.garudanusantara.id/2019/05/diduga-modus-ala-pekerja-lepas-pantai.html
http://www.garudanusantara.id/
http://www.garudanusantara.id/
http://www.garudanusantara.id/2019/05/diduga-modus-ala-pekerja-lepas-pantai.html
true
9203857902923243004
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy